Posts Tagged Keluarga

Soal Anak dan Keluarga


KeluargaSoal kebijakan anak dan keluarga, Indonesia perlu banyak belajar dari Belanda. Baca entri selengkapnya »

Iklan

, , , , , ,

3 Komentar

Menunggu Mama Pulang ke Rumah


Mengasuh, mendidik dan membesarkan anak, membentuk pribadi-pribadi berkualitas untuk kemajuan bangsa adalah bagian dari nasionalisme.

Saya teringat kenangan saat masih sekolah di bangku SMA. Setiap pagi, saya berangkat ke sekolah sekitar pukul 05.45 dan kembali ke rumah sekitar pukul empat sore. Ternyata, jam keberangkatan dan kepulangan saya sama seperti waktu keberangkatan dan kepulangan para karyawan pabrik garmen yang banyak tersebar di daerah saya. Saya tinggal di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di daerah Cicurug dan sekolah saya terletak di Kecamatan Cibadak. Diantara kedua wilayah tersebut berdiri puluhan pabrik garmen. Hampir seluruh karyawan pabrik garmen adalah kaum perempuan beragam usia, mulai dari anak remaja hingga ibu-ibu yang telah berumah tangga. Sering saya harus merasakan berada dalam satu angkot dengan mereka saat berangkat atau pulang sekolah. Menggelikan kadang ketika saya menjadi satu-satunya penumpang laki-laki dalam angkutan kota yang dipenuhi karyawan garmen. Saya kadang ikut larut dalam obrolan mereka tentang banyak hal mulai dari urusan pabrik hingga masalah rumah tangga, yang justru menjadi penawar rasa jenuh yang saya alami selama perjalanan. Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Meninjau Kembali Perkawinan


Salah satu tugas perkembangan dari individu yang telah mencapai usia dewasa adalah mencari pasangan hidup. Sebagai individu yang telah matang secara usia (dan semoga memiliki kepribadian dan sikap yang matang pula), kita telah memenuhi syarat untuk membangun mahligai perkawinan dengan pasangan hidup. Dengan demikian, sudah selayaknya kita mulai menaruh perhatian terhadap hal tersebut. Terlebih, kita sebagai orang-orang yang memang menggeluti bidang keluarga yang terkait erat dengan masalah perkawinan.

 

Perkawinan

Perkawinan telah menjadi perhatian dari kalangan akademisi dengan berbagai latar belakang keilmuan. Sebelum teman-teman semua memutuskan untuk menikah, alangkah lebih baiknya bila teman-teman kembali memahami makna perkawinan dari berbagai sudut pandang yang akan saya paparkan berikut ini. Dengan begitu, diharapkan kita semua bisa memaknai perkawinan secara lebih dalam. Saya yakin teman-teman semua pernah mempelajari ini semua, tapi tidak ada salahnya untuk kembali mengingatkan.

Menurut Undang-Undang No.1 Tahun 1974, yang dimaksud dengan perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan dalam terminologi tersebut adalah suatu pengikat secara lahir dan batin antara pria dan wanita untuk kemudian hidup bersama membentuk keluarga. Pertanyaannya kemudian, mengapa seorang laki-laki dan seorang perempuan mau mengikatkan diri mereka dalam lembaga perkawinan?

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

6 Komentar

Family Life in Matriarchal Cultures


It’s remarkable, two different culture that live separately and thousands of miles away each other, but there are some similarity in their way of life.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

1 Komentar

%d blogger menyukai ini: