Konyol


Bulan Ramadhan dan Idul Fitri itu selalu punya kesan yang mendalam untuk diri saya pribadi. Pasalnya, banyak potongan kisah hidup saya yang sangat berkesan dan sulit untuk dilupakan terjadi di saat Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Mulai dari potongan kisah bahagia, sedih dan memilukan, serta tidak sedikit cerita konyol yang saya alami. Supaya potongan kisah hidup saya ini semakin abadi, saya tuliskan beberapa yang paling berkesan di sini.

Konyol

  • Sampai usia sekitar 11 tahun, saya tidak suka makan nasi. Makanan pokok saya adalah mie instan dan olahan beras selain nasi (bubur, lontong, ketupat, dll.). Ketika memasuki bulan Ramadhan, orangtua saya menyiapkan dua dus mie instan: mie sayur dan mie goreng. Itu untuk keperluan makanan pokok saya selama bulan Ramadhan, termasuk makanan untuk sahur. Malam sebelum sahur saya harus ditanya ingin mie varian apa untuk sahur besok, mie goreng atau mie sayur. Jangan sampai salah, karena saya tidak mau makan kalau sampai salah. Satu lagi, jika memasak mie goreng harus tanpa ada air rebusan mie-nya sedikitpun di dalam mangkok atau piring. Jika memasak mie rebus, air di mangkoknya jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, harus pas. Bila salah, saya tidak akan mau makan dan harus diganti,hahaha… Satu lagi yang paling konyol, dari kecil saya memang sudah sangat sulit untuk dibangunkan saat tidur. Sering saya makan sahur sambil mata tetap tertidur.

 

  • Saat malam takbiran tiba, anak-anak biasanya antusias mengikuti kegiatan tersebut di masjid atau mushola. Antusias bisa berkesempatan sumbang suara di pengeras suara masjid atau mushola, bisa main bedug, dan begadang lalu tidur sampai pagi di masjid. Selain saya tidak makan nasi, dari kecil samapi usia sekitar 11 tahun saya juga (sepertinya) mengidap penyakit enuresia nocturnal atau suka ngompol kalau tidur. Apalagi bila aktivitas di siang hari atau sebelum tidur terlalu aktif. Nah, suatu ketika (saya lupa tahun berapa) di malam takbiran, saya diajak teman-teman kecil saya untuk tidur di mushola dekat rumah setelah sebelumnya melakukan rutinitas lain malam takbiran. Orangtua saya sebenarnya sudah melarang, tapi saya tetap memaksa. Berkaitan dengan penyakit enuresia yang saya bilang tadi, Anda pasti tahu bagaimana cerita selanjutnya. Besoknya di hari lebaran, Bapak saya jadi kena getahnya untuk membersihkan karpet dan lantai mushola,hahaha…

 

  • Saya itu mungkin anak paling gengsian sekampung saya dulu..hahaha…  ini buktinya. Jadi di hari lebaran entah tahun berapa, saya sudah berniat ingin mengikuti shalat Ied. Dalam pikiran anak-anak saya dulu, saya harus sholat karena teman-teman yang lain pun pasti mengikuti shalat tersebut dan saya tidak boleh kalah. Nanti apa yang akan saya katakan ketika mengobrol dengan teman-teman dan menyinggung soal sholat Idul Fitri bila saya tidak ikut sholat. Celakanya di malam sebelumnya – seperti malam takbiran lainnya – saya ikut begadang bersama teman-teman yang lain. Sepertinya sekitar jam 2 atau jam 3 saya baru pulang ke rumah, lalu tidur sejenak sambil menunggu waktu Subuh. Menurut cerita kakak saya di rumah, saat itu saya sudah dibangunkan dari jam 6 untuk ikut Shalat Ied, tapi tidak bangun-bangun. Sampai akhirnya sekitar jam 7.30 saya baru bangun. Dari pengeras suara di masjid sudah terdengar kalau sholat Ied akan segera dimulai. Saya pun merajuk kepada kakak saya (baca: menangis). Akhirnya, kakak saya yang perempuan (saat itu sedang berhalangan sepertinya untuk mengikuti Sholat Ied) mengantarkan saya ke Masjid dan ternyata sholatnya sudah selesai dan imam sedang menyampaikan ceramahnya. Saya dan kakak saya pun menunggu di dekat masjid hingga selesai, dan saat jamaah bubar, kami pun berbaur sehingga saya seolah-olah telah mengikuti shalat Ied.

 

  • Suatu ketika saya ikut Shalat Ied dengan Bapak, saat itu usia saya memang masih kecil (masih duduk di bangku TK rasanya). Saat itu saya baru belajar memakai sarung. Karena belum terbiasa, saat berjalan dengan sarung saya aga sedikit kagok. Dan lagi saya ini aga perfectionist dari kecil,hahaha… sarung yang sudah rapi tidak mau jadi kusut, jadi kalau berjalan aga-aga jadi aneh. Kebetulan, jalan menuju masjid tempat berlangsungnya shalat Ied di kampung saya melewati tempat pemandian umum dan tempat ibu-ibu cuci cuci (baju, piring, dll.) umum. Nah, biasanya orang-orang yang akan ke masjid juga ikut cuci kaki di tempat ibu-ibu cuci piring-cuci baju umum tersebut. Bapak saya waktu itu berniat mencuci kakinya karena kotor. Sebenarnya saya sudah diminta untuk tidak ikut cuci kaki dan menunggu, tapi saya tidak menghiraukan. Lantai tempat cuci kaki itu licin karena banyak lumut. GEDEBLUGG!!! Saya kepeleset dan bagian belakang sarung saya basah. Saat mengikuti sholat Ied, pikiran saya hanya terpokus pada sarung saya yang kusut dan basah, tidak ada yang lain T.T

Wah, baru cerita yang konyolnya saja sudah panjang. Untuk cerita sedih dan bahagia akan disambung di tulisan-tulisan berikutnya.

Selagi masih dalam suasana Idul Fitri, ingin mengucapkan selamat Idul Fitri 1433 H, semoga amal ibadahnya selama di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Sekaligus mohon maaf lahir dan batin, bila ada salah kata dan perbuatan.

Iklan

, , , , , ,

  1. #1 by rheza ardiansyah on Agustus 27, 2012 - 8:31 am

    kocak gw bacanya,gokil.hahahaha.kok sekarang bisa berubah gus?ga keliatan manjanya :p

    • #2 by Agus Surachman on Agustus 27, 2012 - 9:36 pm

      hahaha…kalo kecil gw manja masih diturutin ja, kalo sekarang udah gede gw masih manja yang ada digebukin,hehe :p

  2. #3 by Akhmad Muhaimin Azzet on Agustus 27, 2012 - 10:29 am

    hehehehe…. gitu ya….
    soal mie instan goreng, hmmm…. jadi teringat makanan pokok saya ketika kuliah, hehe…

    • #4 by Agus Surachman on Agustus 27, 2012 - 9:37 pm

      hehe.. terutama di tanggal-tanggal tua ya pa.. (pengalaman :p)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: