Memprediksi Oscar


Penyelenggaraan Piala Oscar 2013 masih sekitar setengah tahun lagi. Lewat dari semester pertama tahun 2012, artinya sebentar lagi film-film yang diprediksi menjadi kandidat kuat nominasi Oscar akan segera dirilis. Karena memang biasanya para produsen film sengaja memilih akhir tahun sebagai waktu pemutaran filmnya. Sehingga film mereka masih segar diingatan para voter di Academy. Kali ini saya belum akan membahas film-film mana saja yang akan meramaikan persaingan Oscar. Di tulisan kali ini, saya akan mencoba menganalisis film-film peraih Oscar kategori best picture dari tahun 1990 hingga 2012 berkaitan dengan raihan penghargaan film terbaik pada major award lainnya yang diraih film-film tersebut. Lewat analisis statistik, saya akan mencoba menganalisis penghargaan apa saja yang menjadi “asosiasi” dari penghargaan film terbaik Oscar. Sehingga di perjalanan menuju Oscar nanti, kita akan bisa memprediksi dengan lebih baik film mana yang akan meraih Oscar melalui pengamatan terhadap pre Oscar major awards yang didapat.

Ada sepuluh pre Oscar major awards yang saya pilih untuk diikutkan dalam analisis, yaitu: Golden Globe (GG), Producers Guild of America (PGA), New York Film Critics (NYFC), Los Angeles Film Critics (LAFC), National Society of Film Critics (NSFC), Broadcast Film Critics (BFC), National Board of Review (NBR), Boston Society of Film Critics (BSFC), Chicago Film Critics (CFC), dan British Academy of Film and Television Art (BAFTA). Kenapa hanya kesepuluh penghargaan itu yang diikutkan dalam analisis? Jika kita gunakan sistem kelas, Oscar itu ada di kelas tertinggi dalam struktur penghargaan dunia perfilman, sementara kesepuluh penghargaan ini berada tepat di bawahnya. Penghargaan-penghargaan tersebut telah memiliki sejarah yang panjang seperti halnya Oscar dan dianggap memiliki prestos yang tinggi dimata para sineas. Penganugrahan kesepuluh penghargaan tersebut juga dilakukan sebelum penganugrahan Oscar (dan waktunya cukup berdekatan), sehingga bisa menjadi acuan dalam memprediksi Oscar.

Metode
Seperti yang sudah saya sebutkan, film peraih penghargaan film terbaik Oscar yang saya analisis hanya dari tahun 1990 hingga 2012 saja. Mengapa? Alasan utama karena keterbatasan sumberdaya (waktu) kalau harus menganalisis dari awal peraih penghargaan best pucture Oscar. Selain itu, ada penghargaan mayor yang akan dianalisis yang baru diberikan di pertengahan tahun 1990 (seperti BFC), sehingga diputuskan analisis dilakukan terhadap film peraih best picture Oscar dari tahun 1990 saja. Khusus untuk BFC, peraih best picture Oscar dari tahun 1990 hingga 1994 dianggap tidak meraih penghargaan tersebut karena BFC baru diselenggarakan tahun 1995. Khusus untuk penghargaan Golden Globe, kategori film terbaik drama maupun komedi sama-sama dianggap mendapatkan penghargaan film terbaik.

Setiap film peraih penghargaan film terbaik Oscar dari tahun 1990 hingga 2012 diamati, apakah film-film tersebut juga turut meraih penghargaan film terbaik di ajang mayor lainnya (10 yang saya sebutkan tadi). Bila ya, maka diberi poin 1, sebaliknya bila tidak diberi poin 0. Data kemudian diolah secara deskriptif dan inferensia. Analisis statistik lanjutan yang akan digunakan adalah Cochran’s Q test. Uji Cohcran ini sering diaplikasikan dalam analisis ilmu konsumen atau pemasaran, untuk melihat atribut-atribut yang menjadi asosiasi suatu produk atau merek. Terinspirasi dari hal tersebut, saya mencoba menggunakan uji Cochran untuk menganalisis penghargaan-penghargaan mayor yang menjadi asosiasi dari best picture Oscar. Untuk yang ingin mempelajari Cochran’s Q test lebih lanjut bisa klik di sini 😀

Hasil
Film yang diikutsertakan dalam analisis dimulai dari Driving Miss Daisy peraih Oscar tahun 1990 sampai dengan The Artist jawara tahun 2012. Daftar lengkap film-film peraih best picture Oscar dari 1990 sampai 2012 disajikan pada Tabel 1, sekaligus keterangan terkait ya atau tidak film-film tersebut meraih penghargaan mayor lainnya (ya=1, tidak=0).

Dari 10 penghargaan mayor yang diikutkan dalam analisis, 23 film peraih film terbaik Oscar tersebut rata-rata hanya mendapatkan 3.78 penghargaan atau kurang dari setengahnya atau hanya sepertiganya saja. Apa artinya? Seringkali tidak terjadi konsensus atau kesepakatan diantara para pengamat film dalam menentukan film terbaik. Konsensus terbaik setidaknya terjadi pada tahun 1994 dan 2010. The Schinder’s List, film bertema Nazi besutan sutradara Steven Spielberg meraih 9 penghargaan mayor diluar Oscar (hanya gagal di BFC, itu pun karena memang BFC belum digelar pada tahun tersebut). Sementara The Hurt Locker, film yang mengangkat tema perang Irak karya sutradara Kathryn Bigelow berhasil meraih 8 penghargaan sebelum akhirnya berhasil meraih penghargaan film terbaik Oscar.

Fenomena cukup “aneh” terjadi di tahun 1996, saat film non unggulan Braveheart besutan sutradara Mel Gibson berhasil meraih penghargaan film terbaik Oscar, mengalahkan film Sense and Sensibility karya Ang Lee yang dianggap “lebih layak” oleh banyak pihak untuk penghargaan tersebut. Pasalnya, Braveheart tidak meraih satu pun penghargaan pra Oscar pada tahun itu. Tahun tersebut dianggap yang terburuk dalam sejarah pemberian penghargaan Oscar (baca ulasan selengkapnya di sini). Selain Braveheart, tidak adanya konsensus juga terlihat di tahun 2005 dan 2006.

 Beralih ke penghargaan, hasil pengamatan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa setidaknya ada empat penghargaan yang bisa dianggap sebagai prediktor terbaik Oscar karena konsensus yang paling sering terjadi, yaitu: PGA (16 konsesnsus sejak 1990), Golden Globe (14), BFC (10), dan BAFTA (10). Namun, bila melihat tren yang terjadi sejak tahun 2000 hingga saat ini, sebenarnya Golden Globe tidak lagi menjadi prediktor jitu untuk penghargaan film terbaik Oscar. PGA dan BFC yang terus menunjukkan konsistensi, begitu pula dengan BAFTA yang cukup konsisten. Dengan kata lain kita bisa berpegang pada ketiga penghargaan tersebut saat memprediksi film mana yang akan menjadi jawara di Oscar tahun depan.

Cochran’s Q test

               Hasil analisis dengan menggunakan uji Cochran menunjukkan bahwa kesepuluh penghargaan mayor tersebut merupakan asosiasi dari Oscar, dalam hal ini untuk kategori film terbaik (X2 (9) = 13.23) dengan selang kepercayaan sebesar 95 persen. Artinya, secara statistik kesepuluh penghargaan mayor yang kita uji tadi bisa menjadi patokan untuk meprediksi siapa yang akan meraih piala Oscar kategori film terbaik, karena kesepuluh penghargaan tersebut merupakan asosisasi dari film terbaik Oscar dari hasil pengamatan tahun 1990 hingga 2012. Walaupun telah kita bahas sebelumnya bahwa hasil secara deskriptif menunjukkan hanya 3 penghargaan yang cukup konsisten bisa menjadi patokan utama untuk memprediksi film terbaik Oscar, yaitu film yang meraih penghargaan film terbaik di ajang PGA, BFC, dan BFTA.

Kesimpulan

Dari hasil analisis dengan menggunakan uji Cochran menunjukkan penghargaan film terbaik dari sepuluh penghargaan mayor (selain Oscar) merupakan asosiasi dari penghargaan film terbaik Oscar, sehingga bisa dijadikan patokan untuk melakukan prediksi. Hasil pengamatan secara deskriptif menunjukkan bahwa tiga penghargaan yang dianggap paling konsisten untuk memprediksi Oscar (dalam hal ini kategori film terbaik) adalah Producers Guild of America Awards, Broadcast Film Critics Association Award, dan British Academy of Film and Television Awards.

Iklan

, , , , , ,

  1. #1 by Miftahgeek on Agustus 11, 2012 - 1:20 am

    Jadi keinget nonton The Kings Speech gara2 itu pilem dapet oscar, tapi pas nonton malah ngantuk. Mungkin standar penilaian oscar beda dengan saya –a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: