Mari Tidak Rendahkan Harga Diri


Stop Mencontek

Stop Mencontek

Mencontek adalah benih-benih menuju perilaku tidak jujur lainnya yang lebih berbahaya, sebut saja korupsi. …Dan karena korupsi itu memiskinkan dan menyengsarakan rakyat, sudah sepantasnya kita mengutuk perbuatan mencontek.

Dalam milestone perkembangan moral, manusia dewasa (termasuk di dalamnya mahasiswa) telah memasuki tahapan paling tinggi yang biasa disebut sebagai tahap post conventional dimana penilaian terhadap hal baik dan buruk berlandaskan pada hati nurani bukan orientasi lainnya seperti karena adanya aturan atau kompensasi. Manusia dewasa sadar betul mengapa suatu hal menjadi baik atau buruk, dan mengamalkannya secara sadar karena keyakinannya terhadap etika yang sifatnya universal.

            Kejujuran adalah suatu hal yang sifatnya universal, di belahan bumi manapun semua orang menjunjung nilai kejujuran sebagai suatu kebaikan yang perlu dipegang teguh dan dilaksanakan. Namun pada kenyataannya, nilai ini pula yang seringkali sulit untuk kita jaga karena begitu besarnya tekanan dan tantangan dari dalam maupun luar diri kita sendiri. Bagi mahasiswa, ujian adalah pertaruhan akan kesetiaannya sebagai manusia dewasa untuk menjunjung nilai kejujuran. Bukan hanya sekedar sebagai manusia dewasa, mahasiswa juga merupakan pengisi strata tertinggi dalam tatanan kaum akademisi yang juga sangat mengedepankan aspek kejujuran. Jadilah ujian bukan hanya sekedar menjadi pertarungan intelegensia berkaitan dengan logika dalam rangka memecahkan persoalan yang diberikan. Lebih dari itu, ujian merupakan pertarungan nurani dalam rangka mempertahankan nilai kejujuran yang sudah sepatutnya dijunjung seorang manusia dewasa dan kaum akademisi.

            Dengan demikian bila kita masih saja tidak jujur dalam melaksanakan ujian, sebenarnya kita sedang – mohon maaf – merendahkan diri kita sendiri. Menafikan bahwa diri kita manusia dewasa yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi tugas perkembangan moralnya. Dan juga menafikan bahwa diri kita adalah golongan akademisi penghuni strata tertinggi yang seharusnya paling mengedepankan kejujuran.

Stop Mencontek (http://www.galih.eu)

Stop Mencontek (http://www.galih.eu)

Satu hal lagi yang membuat saya pribadi tidak senang terhadap perilaku tidak jujur selama ujian, hal tersebut mencederasi asumsi ekonomi tentang kesetaraan. Begini penjelasannya: bayangkan Anda dan teman Anda berniat membeli lotere. Anda berdua tidak tahu menahu sama sekali tentang dimana posisi lotere yang berhadiah berada. Anda tentu tidak akan merasa sakit hati terhadap teman Anda bila kemudia dia mendapatkan hadiah dari lotere tersebut sementara Anda tidak. Lain halnya bila kemudian Anda tahu bahwa ternyata teman Anda tersebut telah mendapatkan bocoran sebelumnya agar dapat memenangkan hadiah dari lotere tersebut. Ujian tentu lebih dari sekedar bermain lotere. Tapi bukan lotere itu poinnya, kesetaraan. Semua mahasiswa sudah mendapatkan kesempatan yang sama untuk mempelajari materi perkuliahan. Dan seharusnya semua menempuh jalan yang sama saat ujian, bersih. Sehingga bila pada akhirnya nilai yang didapat berbeda tidak akan mencederai asas kesetaraan tadi, tidak akan ada yang dirugikan.

            Selain itu mencontek adalah benih-benih menuju perilaku tidak jujur lainnya yang lebih berbahaya, sebut saja korupsi. Sebuah perbuatan buruk atau jahat tentunya dilakukan karena sebelumnya telah terbiasa dengan perbuatan buruk atau jahat yang sifatnya kecil dan sederhana. Membiasakan mahasiswa melakukan tindakan mencontek saat ujian berarti menyuburkan tindakan korupsi di masa yang akan datang. Dan karena korupsi itu memiskinkan dan menyengsarakan rakyat, sudah sepantasnya kita mengutuk perbuatan tersebut dan perbuatan lain yang dapat mengarahkan kepada tindakan tersebut. Selain mencontek saat ujian, masalah plagiarism juga biasanya menjadi penyakit dari mahasiswa terkait kejujuran. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik kedepan.

Iklan

, , , ,

  1. #1 by adlnpt on November 4, 2011 - 7:45 am

    lama-lama kejujuran sudah ga bernilai lagi, jadi inget kasus anak SD yang dimarahin satu sekolah gara ngelapor banyak yang nyontek di waktu ujian.

    semoga kita menjadi orang2 yang masih bisa menjaga dan menghargai kejujuran. 😀

  2. #3 by asudomo on November 4, 2011 - 8:40 am

    oh, post conventional
    saya baru dengar istilah ini

    kalau pendapat saya tentang mencontek menurut saya mencontek itu bikin hati tidak tenang itu saja

    • #4 by Agus Surachman on November 4, 2011 - 8:58 am

      Kalau mau tahu lebih banyak tentang tahapan perkembangan moral, bisa baca teori perkembangan moralnya Lawrence Kohlberg..hehe

      tentu kita semua setuju bahwa mencontek adalah perbuatan tercela..

  3. #5 by Akhmad Muhaimin Azzet on November 7, 2011 - 10:03 am

    yup, sangat setuju, Mas,
    jangan sampai anak didik kita justru diberi toleransi, diberi kesempatan, bahkan disuru untuk saling contek, duh…. mau dibawa ke mana pendidikan kita…. tapi, saya termasuk orang yang percaya bahwa guru yang berhasil membawa anak didiknya untuk sadar dan tak mau mencontek adalah guru yang dulu ketika ia sekolah (kuliah) juga tak pernah mau mencontek (sama sekali).

    ohya, Mas, buku saya yang berjudul “Buku Pintar Mengatasi Anak Nakal” itu naskah aslinya dari saya berjudul “Mengatasi Anak Bermasalah Secara Efektif”; bahkan di dalam buku tersebut tidak ada satu pun kata “anak nakal”. Ohya, makasih banyak ya Mas…

    • #6 by Agus Surachman on November 7, 2011 - 9:03 pm

      Saya setuju mas, walk the talk, talk the walk..
      terima kasih mas sudah menyempatkan untuk membaca.

      Oh.. jadi itu perubahan dari pihak penerbit ya mas? perubahannya bisa membuat maknanya jadi jauh berbeda ya mas.. walaupun begitu, sekali lagi selamat untuk penerbitan bukunya. Sukses terus mas…

  4. #7 by HALAMAN PUTIH on November 8, 2011 - 1:28 pm

    Jaman sekarang malah berlaku sebaliknya pak, orang yang tidak jujur malah mujur sudah dipenjara pun tetap dapat fasilitas yang ala hotel mewah. Sementara orang yang jujur malah hancur, repot dah…

  5. #8 by jasmineamira on November 10, 2011 - 8:45 am

    jadi inget kuliah pendidikan karakter, gus..hehehe (dan kuliah anak yg lain jg)

    aamiin. smg qt jd pribadi yg lebih baik 🙂

  6. #9 by Asop on November 19, 2011 - 9:17 am

    Saya suka ini. 🙂
    Tapi, menurut saya, selama mahasiswa adalah manusia, saya yakin kegiatan contek-mencontek ini sulit dihilangkan. 😛

    • #10 by Agus Surachman on November 21, 2011 - 2:15 pm

      tapi tetap harus berusaha untuk bisa lebih baik,hehe

  7. #11 by onesetia82 on Desember 11, 2011 - 11:51 am

    saya pribadi sangat setuju gan untuk STOP mencontek dalam hal apapun ….
    salam kenal gan . . .

  8. #13 by Pratiwi Nengsih Said on Februari 8, 2012 - 3:16 pm

    saya punya grup di FB namanya GANTIME (gerakan anti mencontek ) sebenarnya saya kurang puasa karena kebanyakan teman saya tdk setuju..

  1. Para Koruptor Indonesia harus Dipotong Lehernya | Masih Hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: