Dedikasi


 

Duhai senangnya pengantin baru

Duduk bersanding bersenda gurau

Duhai senangnya pengantin baru

Duduk bersanding bersenda gurau

Bagaikan raja dan permaisuri

Tersenyum simpul bagaikan bidadari

Duhai senangnya menjadi pengantin baru

 

~ Pengantin Baru – Nasidaria ~

Lagu ini adalah salah satu tembang qasidah yang selalu melantun merdu di suasana pagi di rumah saya beberapa tahun yang lalu (kini telah tergeser oleh lagu-lagu dari kelompok band Esteh dua gelas, rindu band, dan lain-lain). Bersama dengan lagu-lagu qasidah lainnya,  menghangatkan suasana pagi yang dingin di kaki gunung salak. Orang tua saya adalah penikmat lagu qasidah kelas berat. Banyak kaset tape hingga VCD lagu-lagu qasidah yang dikoleksi. Mau tidak mau, saya juga jadi familiar dan kadang hapal dengan beberapa lagu qasidah. Mungkin saya juga sudah termasuk medalam golongan penggemar musik qasidah.

Dalam tulisan ini, saya ingin membahas mengenai kiprah sejumlah grup musik maupun musisi (yang saya ketahui) yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap musik qasidah. Negara Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam menjadikan musik qasidah mendapat tempat tersendiri di hati penggemarnya dan saya rasa jumlahnya tidak kecil. Di tengah kecenderungan pengarusutamaan industri musik melalui mekanisme pasar yang menghasilkan karya musik yang monoton, sejumlah pihak justru tetap menunjukkan dedikasi mereka untuk memajukan aliran yang mereka usung. Salah satunya adalah pihak-pihak yang tetap istiqomah di bidang musik qosidah.

Sebelum membahas sosok-sosok luar biasa ini, sedikit saya bahas mengenai terminology qasidah itu sendiri. Pengertian kasidah yang terdapat dalam khazanah kesusasteraan Indonesia mirip dengan kasidah yang ada dalam sastra Arab. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikatakan bahwa kasidah merupakan “bentuk puisi, berasal dari kesusateraan Arab, bersifat pujian (satire, keagamaan), biasanya dinyanyikan (dilagukan)” (http://teknologiq19.wordpress.com/2011/03/21/pengertian-qasidah/). Tidak heran bila musik qasidah banyak dipengaruhi oleh irama-irama padang pasir.

Setidaknya ada tiga nama yang sampai saat ini selalu saya ingat karena karya-karya musik mereka di bidang qosidah, yaitu kelompok music Nasida Ria, Almanar, dan penyanyi solo mas ud sidiq.

 

Nasida Ria

Kelompok musik qasidah yang satu ini seluruh personilnya adalah perempuan. Kelompok ini dibentuk pada tahun 1975 dan mengukuhkan dirinya sebagai kelompok qasidah modern pertama di Indonesia. Lagu yang saat ini kembali menjadi hits seperti perdamaian (dinyanyikan ulang oleh GIGI) dan kota santri (dinyanyikan kembali oleh Krisdayanti dan Anang), dibawakan pertama kali oleh Nasida Ria. Kelompok qasidah ini mengusung lagu-lagu bertema padang pasir namun dengan lirik berbahasa Indonesia dan tema-tema yang sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia.

Hal yang membanggakan menurut saya adalah, jumlah album yang telah meleka telurkan hingga saat ini. Menurut informasi dari situs rumah qasidah, jumlah album Nasida Ria hingga saat ini telah berjumlah 34 album! Suatu pencapaian yang luar biasa. Kelompok qasidah ini bahkan telah dikenal hingga mancanegara, pernah diundang oleh pihak kerajaan Malaysia (1988) lalu tampil di Berlin (1994) atas undangan dewan kesenian Jerman. Hingga kini kelompok ini terus melakukan konser di berbagai wilayah di tanah air. Nasida Ria tentu akan selalu mendapat tempat di hati para penggemarnya.

 

Almanar

Konsep musik qasidah yang diusung oleh kelompok ini hampir sama seperti Nasida Ria. Seluruh personilnya perempuan dan lagu qasidah yang dibawakan berbahasa Indonesia dengan konteks Indonesia. tidak banyak informasi yang saya dapatkan mengenai grup ini. Namun yang pasti, kelompok qasidah ini juga memiliki nama sepopuler Nasida Ria. Lagu-lagu dari almanar adalah lagu wajib yang harus dinyanyikan saat acara samenan (perayaan kenaikan kelas) di madrasah diniyah (sekolah agama) di tempat saya. Lagu-lagu seperti bencana AIDS, narkoba, ambisi, dan kesan haromain adalah lagu wajib yang harus dinyanyikan oleh murid-murid Madrasah Diniyah darul Taqwa sambil menari saat acara samenan.

 

Mas’ud Sidiq

Pernah dengar lagu maghadir? Di tempat saya tinggal, lagu tersebut merupakan lagu wajib yang harus diputar saat mempersiapkan acara resepsi pernikahan. Penyanyi Indonesia yang mempopulerkan lagu tersebut adalah Mas’ud Sidiq. Selain Maghadir, Mas’ud juga popular dengan lagu Salam min baid. Cirri khas Mas’ud memang menyanyikan lagu-lagu padang pasir berbahasa arab. Namun Mas’ud juga pernah membawakan lagu berbahasa Indonesia yang berjudul Duda dengan irama padang pasir.

 

Dedikasi. Itulah satu kata yang mewakili 35 tahun perjalanan kelompok musik Nasida Ria di belantika musik qasidah Indonesia dan kelompok-kelompok qasidah lainnya seperti Almanar dan juga penyanyi Mas’ud Sidiq. Usaha mereka untuk terus berkarya di bidang musik qasidah tentunya memiliki satu misi yang sama, yaitu: terus melestarikan dan mempopulerkan musik qasidah khas Indonesia di tanah air. Dan semoga dedikasi yang mereka berikan tidak akan berhenti sampai disini dan akan terus berlanjut, sehingga akan terus meramaikan belantika musik Indonesia dengan hadirnya genre musik qasidah.

 

When I have my own better stream, why I should follow the mainstream?

 

Iklan

, , , , ,

  1. #1 by ahartami on April 8, 2011 - 10:15 pm

    maghadir…maghadir!!

    • #2 by Agus Surachman on April 9, 2011 - 12:04 am

      ehehe… inget dulu pernah nyanyiin lagu ini buat khaled bareng wiwit sama ade,ehehe
      makasih udah baca pril.. 😀

  2. #3 by adlnpt on April 9, 2011 - 12:34 am

    Tapi ane lebih suka lagu perdamaian yang di arasemen ulang ama Gigi.
    #gagal #nyambung

    • #4 by Agus Surachman on April 9, 2011 - 6:43 am

      bahahaha… pasti belom pernah denger lagu aslinya yang dibawain sama Nasida Ria,ehehe :p

  3. #5 by Robi rizkianto on April 11, 2011 - 1:24 am

    Ternyata agus tu maniak qoshidah toh? Jd salah sangka temen2 kalo bilang maniak dangdut bang roma… Hehee ^^v.

  4. #6 by Robi rizkianto on April 11, 2011 - 1:29 am

    Sepertinya ok jg sering nulis gus… Inspiring u/ sering nulis nih… Sip! Keren gus!

  5. #7 by jasmineamira on April 13, 2011 - 5:29 pm

    jiahahahahahahahahahahaha
    sumpah, gw kira ini postingan tentang apa gitu -.-‘
    ternyata tentang dedikasi grup kasidahan

  6. #8 by dewi on Desember 7, 2012 - 5:09 pm

    don lot – nya mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: