Filosofi Resleting Celana Jeans Terbuka


 

Resleting Terbuka

Resleting Terbuka

Anda sering merasa kecewa atau sakit hati karena mendapat kritik dari orang lain? Mari sejenak baca terlebih dahulu tulisan berikut ini.

Bayangkan hari ini saya mengenakan celana jeans. Tanpa saya sadari, resleting celana jeans saya ternyata terbuka. Lalu seseorang yang menyadari hal tersebut mengingatkan saya mengenai hal tersebut. Mungkin perasaan saya saat itu campur aduk antara malu, kesal, jengkel, bahkan mungkin marah. Namun, satu hal yang pasti bahwa dengan adanya seseorang yang mengingatkan, saya menjadi sadar bahwa resleting celana jeans yang saya terbuka. Dan selanjutnya saya pasti akan menaikan resleting tersebut.

Mari kita analogikan bahwa teguran seseorang atas resleting celana yang terbuka merupakan kritikan yang dilontarkan seseorang terhadap suatu hal dalam diri saya. Lalu pertanyaannya, mengapa saya harus marah padahal dengan adanya teguran tersebut justru saya menjadi sadar untuk menaikan resleting celana saya. Karena manusia memiliki kelebihan, mutlak kita juga memiliki kekurangan. Dan mengapa kita harus sibuk berkelit dengan kekurangan tersebut padahal ada potensi positif yang kita miliki yang harus terus diasah untuk dioptimalkan. Mari jadikan kritik yang datang terhadap diri kita sebagai alarm yang menyadarkan bahwa kita adalah manusia biasa dan membuat kita bergerak “menaikan resleting celana” kita.

 

Tersinspirasi dari kuliah yang disamaikan Mas Cahyana Puthut Wijanarka dari People Develop People di Bisma Leadership Camp I dan II batch III wilayah tengah dan Barat di Akademi Militer, Magelang.

 

Iklan

, , , ,

  1. #1 by rurisetianti on April 6, 2011 - 6:45 pm

    analogi pake resleting celana,, karena kebiasaan yang selalu terjadi di diri lu yah oom??=p

    • #2 by Agus Surachman on April 6, 2011 - 7:00 pm

      iye.. kan elu rur yang biasanya jadi tukang ngintipnya,bahahaha -.-“

  2. #3 by jasmineamira on April 7, 2011 - 8:50 pm

    -.-‘ resleting celana lo kayaknya emg sering kebuka, dan ruri yang biasanya ngeliat. hahahaha *Alhamdulillah gw diberi tabir untuk ga ngeliat hal2 macam itu. hahahahahahahha 😆

    • #4 by Agus Surachman on April 8, 2011 - 6:22 am

      Semoga selanjutnya elu put yang menyadari hal tersebut,bahahaha :p
      btw, emoticon lu ko bisa gerak2 senyumnya, how come?ehehe

      • #5 by jasmineamira on April 13, 2011 - 5:18 pm

        no way. nggak mau gw. hahahahahaha 😀
        itu loh, pake ini nih 😆 —> caranya ketik : terus lol terus tutup dengan : coba deh praktekin :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: