Tiga Dari Sejuta



Anatomi Ginjal

Anatomi Ginjal (courtesy from: http://www.yalemedicalgroup.org/)

Bagaimana perasaan Anda saat dokter memvonis bahwa Anda mengidap penyakit yang hanya diderita oleh tiga dari satu juta orang dewasa dalam satu tahun? Dan saya pernah merasakan hal tersebut hingga kemudian saya merasa bingung untuk merasa  sedih dan takut atau justru senang dan bangga karena menjadi satu dari tiga orang yang ‘berkesempatan’ merasakan penyakit tersebut. Inilah sepenggal kisah saya sebagai pengidap Sindrom Nefrotik (SN).

Bisa dibilang, saya memang termasuk kedalam golongan orang-orang yang sangat rentan terhadap penyakit. Beberapa bulan setelah dilahirkan, saya mendapat masalah dengan sistem pernafasan saya dan dokter mengatakan bahwa saya mengidap asma. Hingga masa-masa di SMA pun “bengek” saya kambuh dalam beberapa bulan sekali. Saya alergi terhadap udara dingin dan debu serta stres. Bila sudah mulai bersin-bersin dan kuantitasnya terlalu sering, artinya saya harus siap siaga. Selain asma, radang tenggorokan adalah penyakit langganan saya. Di setiap caturwuan atau semester mulai dari SD, SMP, dan SMA, selalu saja ada hari dimana saya tidak masuk sekolah karena sakit.

 

Saya saat ini

Saya saat ini

Saat tingkat pertama di bangku kuliah selesai dan saat sedang persiapan memasuki tahun kedua (pilih-pilih minor, pra MPD, MPF, dll.) saya merasakan suatu kejanggalan dalam diri saya. Awalnya saya tidak merasakan kejanggalan tersebut, namun orang-orang disekitar saya merasa bahwa saat itu saya tampak lebih gemuk dari biasanya. Awalnya saya menghiraukan anggapan tersebut karena merasa bahwa hal tersebut biasa saja. Namun bebrapa teman saya merasa bahwa perubahan berat badan yang saya alami sangatlah janggal dalam arti terlalu berlebihan. Saya pun mulai merasakan bahwa badan saya semakin berat. Lalu saya mulai merasakan keanehan di kaki saya, saat melepas kaos kaki yang digunakan, tampak lekukan di kulit kaki saya akibat tekanan dari karet kaos kaki yang sulit untuk kembali ke posisi semula. Begitu pula di beberapa bagian tubuh ketika saya tekan kulit saya “mendem” dan tidak kembali ke posisi semula. Saya mulai gelisah dan mulai takut terjadi sesuatu yang tidak beres dengan diri saya. Namun, saya tidak merasakan sedikit pun keluhan berupa sara sakit dan sejenisnya di bagian tubuh manapun.

Suatu hari, setelah sekian lama tidak pulang saya harus kembali ke rumah karena ada kerabat yang meninggal dunia. Seperti halnya teman-teman di kampus, keluarga saya pun melihat suatu kejanggalan dalam diri saya. Saya tampak lebih gemuk. Saya pun tunjukkan keanehan yang terjadi pada bagian tubuh saya (kulit mendem sulit kembali ke posisi semula, -red.). Awalnya orang tua saya mengkhawatirkan bila saya terkena penyakit beri-beri. Lalu saat itu juga saya dibawa ke seorang dokter untuk diperiksa. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, diputuskan bahwa saya positif mengidap Sindrom Nefrotik (SN) primer.

Sebagai informasi, SN dibagi menjadi dua yaitu SN primer dan sekunder. SN adalah penyakit yang terjadi akibat kerusakan glumerulus pada ginjal. Glumerulus adalah bagian dari nefron yang berfungsi sebagai penyaring pertama darah untuk memisahkan zat-zat yang tidak bermanfaat untuk menjadi urin dan zat-zat yang akan kembali diserap oleh tubuh. Karena terjadi kerusakan (entah karena apa, belum ada yang bisa memastikan), protein yang harusnya masuk ke dalam bagian yang akan diserap kembali oleh tubuh justru masuk ke dalam urin. Itulah sebabnya, orang dengan penyakit ini akan mengalami apa yang disebut dengan “edema” atau pembengkakan di bebrapa bagian tubuh karena terjadi hipoalbuminemi (kekurangan albumin karena masuk ke dalam urin). Pada SN sekunder, kerusakan glumerulus disebabkan penyakit lain sebelumnya seperti diabetes, namun tidak dengan SN primer.

Saya saat bulat

Saya saat bulat (moon face)

Selanjutnya, saya mengikuti pengobatan dengan mengkonsumsi beberapa obat yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan dalam glumerulus ginjal saya. Hal yang menurut saya menakjubkan adalah, ada satu obat dimana untuk jangka waktu satu minggu saya diberikan sekitar 100-an lebih tablet obat (Prednisol). Saya diwajibkan untuk mengkonsumsi sekitar 18 tablet dalam satu hari obat tersebut (10 di pagi hari dan 8 di siang hari) di awal-awal masa pengobatan. Dosis lalu dikurangi. Selang beberapa hari menjalani perawatan, berat badan saya mulai kembali normal seiring dengan edema yang mulai berkurang. Saat mengalami edema, berat badan saya bisa mencapai 60 hingga 65 Kg. Padahal, berat badan saya saat normal adalah sekitar 50 hingga 55 Kg. Diet yang dianjurkan bagi saya saat itu adalah rendah protein dan natrium (garam).

Suatu ketika saya memutuskan untuk menghentikan konsumsi obat karena merasa sudah sembuh, padahal saat itu dokter belum memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Lalu selang beberapa waktu, saya mengalami relapse atau kambuh kembali penyakitnya. Dokter kemudian menasehati saya dan menyampaikan bahwa penyakit saya ini bukan sekedar pilek yang bisa sembuh setelah satu minggu minum obat lalu berhenti. Beliau menyatakan bahwa bila penyakit ini dibiarkan, bisa mengarah pada gagal ginjal. Terlebih obat yang diberikan kepada saya adalah sejenis steroid yang tidak bisa seenaknya dalam mengkonsumsi dan berhenti mengkonsumsi. Dokter menambahkan bisa-bisa saya menjadi kebal terhadap obat tersebut dan harus mencari alternative pengobatan lain yang lebih mahal dan tidak nyaman seperti lewat suntik bila kembali relapse.

 

Saya saat bulat 2 (moon face)

Saya saat bulat 2 (moon face)

Sebenarnya ada satu hal yang membuat saya enggan untuk melanjutkan mengkonsumsi obat tersebut. Obat tersebut menimbulkan efek samping yaitu perubahan pada wajah saya menjadi lebih bulat yang sering disebut sebagai “moon face”. Terlebih lagi, akibat konsumsi obat tersebut menyebabkan saya memiliki tekanan darah yang tinggi. Jadilah kini saya mengidap hipertensi dengan tekanan darah sistol biasanya diatas 150. Pernah suatu ketika seorang dokter heran karena saya memiliki tekanan darah setinggi itu diusia semuda ini (saat itu sebenarnya saya hanya meminta untuk diimunisasi MMR). Lalu saya ceritakan bahwa saya pernah mengidap SN dan mengkonsumsi obat-obat tertentu. Lalu dokter tersebut meminta saya menghentikan konsumsi obat tersebut. Beliau juga bertanya mengapa saya tidak berinisiatif untuk berobat. Saya lalu menjawab, “Karena saya tidak pernah merasakan gejala apa-apa dok. Saya merasa baik-baik saja.”

“Kamu mati umur 40 tahun bila berpikir seperti itu,” tutur dokter setengah marah pada saya. Dan saya hanya bisa diam mendengar pernyataan dokter tersebut. Dokter menasehati bahwa penyakit tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Walalupun mungkin saat ini saya tidak merasakan gejala apa-apa, tapi hal tersbut bisa muncul kapan saja secara tiba-tiba.

Dari sini, sebagai seseorang yang merasakan bahwa dirinya sangat rentan terhadap sakit, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Saya merasakan betul betapa berharganya nikmat sehat. Banyak kesempatan yang harus kita lewatkan ketika sehat bukan lagi menjadi bagian dari diri kita. Misalkan saja dalam hal kesempatan menikmati makanan enak. Banyak makanan lezat yang seolah menjadi musuh kita setelah kita mengidap penyakit-penyakit tertentu. Mari sama-sama kita menjaga kesehatan. Hidup sehat!!! (aguss)

 

Iklan

, , , , , , ,

  1. #1 by AdLnPt on Maret 16, 2011 - 5:57 am

    semua penyakit pasti ada obatnya gan.sekarang kondisi agan gimana?saya jadi penasaran.

    • #2 by Agus Surachman on Maret 16, 2011 - 7:46 am

      Alhamdulilah kondisi saya sudah baik sekarang, SN saya sudah tidak pernah relapse lagi sejak satu setengah tahun terakhir.

  2. #3 by pink on Maret 16, 2011 - 6:19 am

    setuju banget sama agus
    nikmat sehat emang ga ada duanya..
    yang namanya “sakit” emang ga ada yang enak dari sisi manapun,semuanya tetep butuh “pengorbanan” kalo udah sakit
    huaaaa
    hayu kita jaga kesehatan!
    anw,agus lucu amat eta pas “moonface”
    hahahahaha pas MPD ya?

    • #4 by Agus Surachman on Maret 16, 2011 - 8:01 am

      ahahaha… iya tu, meuni buleud kitu nya,ahahaha
      mari tu kita jaga kesehatan!!! 🙂

  3. #5 by reza on Maret 16, 2011 - 11:35 am

    pas makrab korpus ya gus

    • #6 by Agus Surachman on Maret 16, 2011 - 2:24 pm

      Iya ja,ehehe lumayan ja aya picaritaeun jang budak incu,ehehe #eh

  4. #7 by jasmineamira on Maret 17, 2011 - 6:34 pm

    gw baru nyadar kalo agus pernah sebulat itu. hehehe

    • #8 by Agus Surachman on Maret 17, 2011 - 7:03 pm

      dan lo belom sadar juga kan put, kalo gw seganteng sekarang?ahahahahahahaha :p

      • #9 by jasmineamira on Maret 17, 2011 - 7:29 pm

        owemji! *nyari kantong kresek buat muntah* hahahaha

      • #10 by Agus Surachman on Maret 17, 2011 - 7:40 pm

        keresek isi muntahnya gw rebut terus gw taro di atas kepala lo terus gw pecahin…. muntahannya jatoh ke kerudung lo put, terus cairan-cairannya meleleh masuk ke mata, hidung, sama sebagian masuk ke mulut lo. Dan lu merasakan bagaimana rasanya muntah itu sebenarnya… *mau gw terusin jadi cerpen, tapi takut lu lagi makan put, ntar ga jadi makannya,ahahaha :p

  5. #11 by april on April 8, 2011 - 11:57 pm

    sedih membacanya..

    pernah baca blognya kakak kelas, katanya “Apa gunanya penyakit?”
    mungjin jawabnya agar membuat kita mensyukuri nikmat sehat…

    • #12 by Agus Surachman on April 9, 2011 - 12:06 am

      setuju pril… semua hal di dunia ini pasti ada maksud dan tujuannya, tinggal gimana kita bisa memaknainya…ehehe 🙂

  6. #13 by Heru on Juni 25, 2011 - 12:17 pm

    Salam kenal. Bulan Desember lalu saya divonis menderita penyakit SN primer. Saya berobat ke RS Cikini dan Siloam dan diberikan obat pada saat itu. Memang setelah mengkonsumsi 3 bulan secara teratur semuanya menjadi normal baik pemeriksaan darah dan urin. kemudian setelah 2 bulan normal saya hentikan utk minum obat. Kemudian 1 bulan kemudian penyakitnya kambuh lagi tetapi cepat diatasi pada saat itu dengan pengobatan tradisional china. Tetapi saya masih takut karna kolesterol tinggi. Kira2 apa perlu saya lanjutkan pengobatan ke dokter spesialis ginjal lagi mas?? karna mengingat saya takut akan kambuh lagi bengkaknya dan agar penyakit ini tuntas.

    Terima kasih untuk perhatiannya mas. Senang bisa sharing dengan anda. Kalau boleh saya boleh minta no hpnya dikirim ke email saya mas di heru_juniore@yahoo.com

    Terima kasih banyak mas.. Sehat dan sukses selalu!

    • #14 by Agus Surachman on Juni 27, 2011 - 8:49 pm

      Salam kenal mas Heru… semoga segera diberi kesembuhan…
      Saya divonis mengidap penyakit ini sekitar pertengahan tahun 2008, setelah sembuh saat pengobatan pertama, saya mengalami sekitar dua kali relapse dan sembuh setelah diberikan prednison (tablet warna hijau, sejenis steroid). saat itu saya belum berobat ke dokter spesialis penyakit dalam (ginjal). Saya kemudian kembali mengalami relaps di akhir 2008 dan saya disarankan untuk menemui dokter spesialis ginjal. setelah itu saya melakukan pemeriksaan secara mendetail dan direncanakan akan mengikuti pengobatan dengan steroid hingga beberapa bulan.. di tengah jalan saya memutuskan untuk berhenti karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut (moon face dan hipertensi). sejak saat itu saya belum pernah mengalami relapse lagi dan tidak lagi mengkonsumsi prednison. jadi sebenarnya saya termasuk pasien yang “nakal” terhadap perintah dokter,hehe tapi saya punya keyakinan bahwa dengan menerapkan pola hidup sehat, akan jauh lebih baik untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Pola makan yang teratur dan beragam agar nutrisinya terpenuhi, minum air putih yang cukup, dan istirahat yang cukup.
      Semoga cukup membantu mas… jangan terlalu khawatir, yang perlu diyakini adalah setiap penyakit pasti ada obatnya mas,hehe
      Cepat sembuh mas… 😀

  7. #15 by Reny Novia on Oktober 9, 2012 - 11:49 am

    jadi agak lega dengar Mas Agus udh sehat n bisa bebas dr SN skr…anak sy usia 3th kena SN bulan mei 2012 smp skr blm lepas prednison.m ninggalin prednison tp takut klo salah,jd jalani aja sambil berdoa semoga anak sy dpt segera sembuh.indahnya berbagi (^_^)

  8. #16 by angling t on Mei 14, 2014 - 2:27 pm

    Assalamualaikum…

    Saya mau tanya, untuk menghilangkan bengkak2 nya mas agus butuh waktu brpa bulan. Kantung testis pun ikt bengkak juga kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: