Totalitas Dalam Berkarya


The Fighter

Sutradara                    : David O. Russell

Skenario                      : Scott Silver, Paul Tamasy, dan Eric Johnson

Pemain                        : Mark Wahlberg, Christian Bale, Amy Adams, Melissa Leo

 

Bila Anda bertanya mengenai totalitas dalam berkarya, jawabannya ada dalam film ini. Totalitas yang saya maksudkan disini adalah upaya dari setiap pemeran dalam film ini untuk mendapatkan kesempurnaan, menyamai karakter-karakter asli yang mereka perankan, mengingat film ini diangkat dari kisah nyata. Film ini mengisahkan perjuangan seorang petinju kelas kacangan dalam meraih mimpinya menjadi juara dunia, namun selalu berada di belakang bayang-bayang kakak tirinya yang pernah mengalahkan legenda tinju Sugar Ray Leonard. Namun nasib karir sang kakak yang juga merangkap sebagai pelatih pun tidak kalah kelamnya, dia adalah seorang duda beranak satu yang juga pecandu narkoba. Dan ibu kedua kakak beradik ini, sekaligus berperan sebagai menejer, masih tidak bisa lepas dari gemilang prestasi masa lalu anak tertuanya yang membuat sang adik merasa tidak dihargai.

Ini adalah kisah perjuangan petinju Mickey Ward (diperankan oleh Mark Wahlberg), bersama kakak tirinya Dicky Eklund (Christian Bale), dan sang ibu Alice Ward (Melissa Leo) dalam mengembalikan kejayaan dan nama baik keluarga mereka dan kembali menjadi kebanggan orang-orang disekitarnya. Bagi Micky Ward, menjadi juara dunia sebelumnya hanyalah sebatas angan-angan, namun semangatnya kembali terpacu dengan hadirnya Charlene (Amy Adams), gadis pujaannya. Dicky sendiri mencoba kembali menata hidupnya setelah kokain merusak karir dan kehidupannya. Alice, ibu dengan Sembilan anak, mencoba kembali membangun puing-puing kejayaan keluarganya yang dulu pernah dibuat oleh Dicky. Perjuangan mereka berbuah manis, diawali dengan kembali bersatunya mereka semua setelah perpecahan yang terjadi akibat keegoisan masing-masing. Ditutup dengan kesuksesan Mickey menjadi juara WBU (Word Boxing Union).

Kembali kepada pembahasan saya diawal soal totalitas para pemain dalam film ini untuk memerankan tokoh yang mereka mainkan. Mark Wahlberg membutuhkan waktu bertahun-tahun (dimulai tahun 2005) untuk mendapatkan postur tubuh seperti layaknya seorang petinju dan menguasai teknik-teknik dalam bertinju. Mark bahkan tidak mau dirinya digantikan oleh stunt saat adegan pertandingan tinju sehingga hidungnya beberapa kali mengalami cedera akibat pukulan yang diterima diwajahnya. Sementara Christian Bale harus menurunkan berat badannya agar terlihat seperti seorang pecandu narkoba. Ini adalah kali kedua Bale menurunkan berat badannya demi sebuah peran dalam film setelah pada tahun 2003 ia melakukan hal yang sama untuk film The Mechanist. Kedua pemain ini juga melakukan riset yang mendalam terhadap tokoh asli yang mereka perankan agar akting mereka sesuai dengan perilaku keseharian tokoh yang diperankan.

Selanjutnya para aktris, Amy Adams sukses memerankan seorang tokoh perempuan yang mengalami drop out dari perguruan tinggi dan menjadi penjaga bar yang seksi dan “nakal”. Aktris luar biasa lainnya tentu adalah Melissa Leo, ibu dari kedua petinju yang memiliki sifat pemarah dan mendominasi. Walaupun awalnyadia mengira dirinya tidak terlalu tua untuk memerankan ibu dari Mark dan Bale, namun pada akhirnya semua mengakui bahwa ia sukses memerankan peran tersebut.

Dua piala Oscar untuk kategori pemeran (aktris dan aktor) pendukung terbaik (Bale dan Leo) menjadi imbalan yang sepadan atas perjuangan yang telah dilakukan oleh para pemain-pemain dalam film ini. Buah manis atas totalitas mereka dalam berkarya. Sungguh, cerita yang begitu sederhana menjadi begitu menarik untuk ditonton karena performance yang luar biasa dari para pemainnya. Terlebih setelah kita mengetahui apa yang mereka lakukan demi kesempurnaan yang disajikan. Dan seperti itulah seharusnya motivasi setiap orang dalam berkarya. Pelajaran berharga yang wajib dicatat oleh setiap orang.

Penilaian saya untuk film ini: empat bintang dari lima.

The Fighter
The Fighter
Iklan

, , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: