Well-Preserved Toys [Story]


Toy Story 3

Sutradara                    : Lee Unkrich

Skenario                      : John Lasetter, Andrew Stanton, Lee Unkrich (Story), dan Michael Arndt (Screenplay)

Pengisis suara             : Tom Hanks (Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear), Joan Cusack (Jesse), dll.

 

Mengapa film dengan kisah tentang mainan anak-anak bisa menjadi begitu menarik hingga bisa menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2010? Jawabannya bisa kita dapatkan dengan menonton film Toy Story 3. Sekuel ketiga film animasi produksi Walt Disney dan Pixar Studio tersebut memang menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu di tahun 2010 mengingat jarak kemunculannya yang begitu lama dengan dua film pendahulunya (Toy Story dirilis tahun 1995 dan Toy Story 2 dirilis tahun 1999). Dan saya rasa, penantian panjang para penggemar Woody, Buzz Lightyear, Jesse, dan kawan-kawan yang beitu lama bisa terobati dengan sajian yang disuguhkan oleh film ini.

 

Toy Story 3

Toy Story 3

Konsisten mengangkat tema tentang persahabatan dan kekeluargaan, film ini mngukuhkan dirinya sebagai salah satu film animasi terbaik dan Toy Story sebagai film sekuel terbaik. Dalam sekuel kali ini, Andy yang telah beranjak dewasa dan akan segera menjadi mahasiswa di perguruan tinggi, muncul sebagai ujian bagi Woody dan kawan-kawan. Andy memutuskan hanya Woody saja yang akan ia ajak bersama dirinya ke tempat barunya di perguruan tinggi, sementara yang lainnya ia putuskan untuk disimpan di loteng rumahnya. Perkara muncul saat ibu Andy salah mengira dan membuang mainan-mainan yang akan disimpan di loteng hingga akhirnya mengantarkan mereka semua ke sebuah day care bernama Sunnyside.

Kebahagiaan yang mereka kira akan didapatkan di tempat tersebut karena akan dimainkan setiap hari oleh anak-anak yang jumlahnya sangat banyak di tempat tersebut ternyata salah. Mimpi buruk itu muncul setelah mereka tahu bahwa Lotso, sebuah boneka beruang untuk dipeluk berwarna pink dan beraroma stroberi, telah menancapkan kekuasannya di tempat tersebut dan mengatur segala hal yang berkaitan dengan mainan di tempat tersebut. Lotso dan gerombolannya muncul layanknya sebuah kelompok gangster yang menguasai suatu wilayah tertentu. Buzz dan kawan-kawan menyadari hal tesebut setelah mereka ditempatkan di sebuah ruangan tempat anak-anak sekita usia baduta (bawah dua tahun) bermain, sehingga mereka diperlakukan secara sembrono. Sementara Lotso dan gerombolannya tinggal di ruangan tempat anak-anak yang lebih tua bermain sehingga diperlakukan dengan sangat baik.

 

Toy Story 3

Toy Story 3

Selanjutnya adalah perjuangan Buzz, Jesse, Mr. dan Mrs. Potato, Slinky Dog, Rex, Hamm, dan berbie untuk keluar dari tempat tersebut serta Woody yang mencoba membantu teman-temannya setelah sebelumnya berpisah akibat kesalahpahaman diantara mereka. Bumbu-bumbu suspense karena hadirnya kelompok gengster pimpinan Losto menjadi suatu ciri khas dari film ini yang membedakannya dengan pendahu-pendahulunya. Dan kampanye untuk menyayangi mainan yang kita miliki kembali disampaikan film ini setelah sifat buruk yang dimiliki Lotso diketahui muncul akibat pemiliknya menggantikan dirinya dengan boneka Lotso baru. Hal yang menarik adalah pemilihan karakter antagonis dalam film ini begitu penuh dengan ironi (mereka terlalu lucu untuk menjadi penjahat). Dimulai dari Lotso sang pemimpin yang merupakan boneka beruang berwarna ping beraroma stroberi, boneka bayi bersuara bayi yang lucu anak buah Lotso, dan juga Ken sebuah boneka Barbie pria yang menjadi tangan kanan Lotso adalah seorang pesolek.

Kemunculan Spanish Buzz (Buzz mengalami kerusakan dan mode bahasa yang digunakan berubah menjadi Bahasa Spanyol) pasti menjadi salah satu momen yang tidak akan terlupakan bagi penonton film ini. Ditambah dengan perilaku cari perhatiannya terhadap Jesse, manjadi nilai plus tersendiri dari film ini. Dan selalu, film kartun yang berkualitas selalu mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya, setelah ketegangan dan keceriaan, film ini diakhiri dengan kesedihan yang begitu manis. Saat akhirnya semua mainan kembali ke rumah Andy tepat beberapa saat sebelum Andy berangkat ke perguruan tinggi, Woody menulis pesan agar mereka semua disumbangkan kepada pemilik baru dan Woody mengusulkan nama Bonny (anak pemilik daycare Sunnyside dimana Woody pernah ditemukan dan diajak ke rumahnya). Saat Andy mengeluarkan satu-satu mainannya dan menjelaskan karakter mereka masing-masing, lalu Andy kembali teringat kenangan-kenangan bersama mainannya adalah puncak dari keharuan yang disuguhkan film ini.

Dengan cerita yang demikian menarik dan gambar animasi yang jempolan kualitas Disney dan Pixar, film ini tentu memang layak diganjar Oscar untuk kategori film animasi terbaik tahun ini dan masuk jajaran nominasi 10 film terbaik. Menonton film ini juga pasti akan mengingatkan Anda akan kenangan sepuluh sampai lima belas tahun yang lalu saat menonton dua film pendahulunya. Seawet tokoh-tokoh mainan dalam film Toy Story (walaupun sudah jatuh bangun di tiga sekuel filmnya tapi tetap tidak rusak), cerita Toy Story juga akan selalu awet dalam ingatan penikmatnya. Hidup mainan!!!

 

Penilaian saya untuk film ini: empat bintang dari lima.

 

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: